Daniel terdiam. Pasti dia sedang memikirkan atau mengingat-ingat tentang kejadian beberapa waktu yang lalu, di mana dua teman sekelasnya masih berani mengejeknya walaupun ada aku. Dan memang, topik ejekannya adalah tentang hubunganku dengan Daniel. Biarlah, biar Daniel sibuk dengan pikirannya itu. Biar juga dia mengerti bahwa tidak semua orang itu sama. Maksudnya, tidak semua orang yang ada di sekolahan ini membencinya. Mungkin teman-teman sekelasnya iya, tapi mungkin tidak bagi teman-teman kelas lain. Itu semua hanya pemikiran yang salah dari Daniel. Aku, Icha dan Pasha. Tiga orang yang bisa menjadi bukti bahwa tidak semua orang tidak menyukai Daniel. Dan untuk Pasha, sekalipun dirinya punya kekuasaan yang tinggi, dan tentunya juga dihormati banyak orang, ia bahkan tak berniat sedikitpu

