Aku tahu itu adalah pertanyaan yang cukup konyol. Tidak seharusnya aku menanyakannya ke Daniel. Sepertinya, mulut dan hatiku kembali bertentangan. Di saat sang hati memberikan larangan, sang mulut malah tetap melakukan. "Heh, kenapa nanya kayak gitu?" tanya Daniel. "Ya, enggak apa-apa, sih. Cuma aneh aja. Kenapa di saat orang-orang yang tadi itu, yang seharusnya kesempatannya kecil untuk berbuat macam-macam kepada gue malah melakukannya, sedangkan Lo yang jelas-jelas punya kesempatan besar malah tidak melakukan?" ucapku. "Karena hal itu dilarang," jawab Daniel sesingkat-singkatnya. "Lah, itu doang jawaban Lo?" tanyaku. "Tidak juga. Sebelumnya gue sudah bilang ke Lo," kata Daniel. "Bilang apa?" tanyaku bingung. Dia diam, mungkin sedang menarik napas panjang. Aku pun tak tahu karena w

