Bab 100

2003 Kata

Kini sang langit telah berubah warna. Di atas sana itu jingga, bukan biru lagi. Sejauh mata memandang, dan semuanya adalah keindahan. Metropolitan ku yang buruk pun pada akhirnya bisa diindahkan kembali oleh si putri senja. "Gue langsung balik." Saat sudah sampai di depan gerbang rumahku, Daniel langsung bilang seperti itu ke aku. "Nggak mampir dulu?" tanyaku. "Maaf, kayaknya gak bisa. Titip salam aja ke Papa sama Mama Lo," jawab Daniel. Aku tersenyum singkat, kemudian mengiyakan. "Iya, akan gue sampaiin," kataku. Selepas itu, detik-detik perpisahan kami untuk sementara waktu pun tercipta. Dia dengan motor sederhananya itu perlahan pergi meninggalkan aku dan rumahku. Oke, tak apa. Hari yang indah buatku, meski pada akhirnya perpisahan itu tetap ada. Aku memandang langit jingga di a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN