Aku kemudian mengacungkan dua jempolku untuk Daniel sebagai tanda salut kepadanya. Juga sebagai tanda setuju akan permintaannya yang tadi. Daniel sudah memutuskan bahwa dia akan pergi menemui Ryan nantinya. Aku tak tahu apa yang akan terjadi, tapi kuharap itu adalah hal yang bagus saat kudengar nantinya. "Gue tunggu jawabannya nanti malam. Semoga gue mendapatkan jawaban yang bagus dari Lo," ucapku. Dia mengangguk paham. Kenapa harus nanti malam? Kenapa gak istirahat kedua nanti saja? Bukannya apa-apa. Sesuai prinsip pacaranku, aku tidak boleh seolah-olah memakai semua waktuku untuk seorang pacar. Ada teman dan juga sahabat yang juga membutuhkan waktuku. Aku tak mungkin mengabaikannya. Maka dari itulah aku menceritakannya nanti malam saja. Selain itu pula aku ingin memberikan waktu lebih

