“Everybody deserves a second chance, Fara. Even for you, for me, for Sam. Iya, ‘kan? Begitu juga dengan Abang. OK, mungkin kamu kesal bahwa Lio pernah menyakitimu. But trust me, itu hanya luapan dari rasa cemburu. Kamu tahu ‘kan, kecemburuan menghasilkan reaksi yang tak dapat dibayangkan. Apalagi bagi kalian kaum perempuan yang sering mengedepankan perasaan.” Nasehat Ian panjang lebar, berusaha mendamaikan hubungan kakak adik serta calon ipar yang datang ke keluarga mereka. Fara mendengus membuang muka. Matanya berembun. “Sadar atau tidak, tanpa kita tahu hubungan mereka telah dimulai sejak lama,” tuturnya menambahkan. “Jauh sebelum ini.” “Maksudmu apa?” tanya Fara heran. Ian mengangkat bahu. “Kamu tanya sendiri sama Abang nanti.” Fara menghela napas. Mendengar pengakuan Ian akan kehi

