Ia menatap malas pada rumah megah tersebut. Pos satpam di samping pagar tidak berpenghuni. Di salah satu sisi tiang, terdapat sebuah kertas berlaminasi. Bertuliskan bahwa rumah itu sedang disita oleh bank. “Kita masuk?” ajak Alfaraz membukakan pintu mobil di samping Lio. Lio menghembuskan napas berat. Sejujurnya, ia tidak pernah sudi menginjakkan kakinya di sini. Rumah yang sama tempat Hendrick dan gundiknya bersenang-senang di atas penderitaan ibunya. Namun, ia terpaksa harus ikut menyelesaikan benang kusut yang melibatkan mereka di masa lalu. Ia sampai di teras depan. Matanya tidak melihat seorang pun. Bunga-bunga tidak terawat. Lantai yang ia injak sedikit berdebu. Padahal baru hitungan hari sejak Hendrick 'dirumahkan'. Pintu depan diketuk. Ia juga menekan bel beberapa kali. Masih t

