63. Burden

2490 Kata

Lio berulang kali mencuci muka di kamar mandi, berusaha mendinginkan darahnya yang mendidih karena amarah. Benaknya menyimpan sederet tanya. Memikirkan keterlibatan Hendrick dan entah siapa lagi atas kematian palsu adiknya. Atau yang lebih parahnya, bila permainan kotor ini hanya diatur oleh satu nama yaitu Widya. Setelah mengeringkan wajahnya, ia menghampiri Karina yang sedang membaca berita di ponsel pintar. Kening wanita itu mengernyit samar. Lama terkungkung dari dunia luar, membuatnya gagap akan perkembangan zaman. Lio menggenggam sebelah tangan ibunya dan menyandarkan kepala ke bahunya. Ia menyembunyikan matanya yang sembab. “Ma...?”  Karina tersenyum mengusap kepala anaknya lembut. Ini masih terasa seperti mimpi. “Ya?” “What do you remember about my brother?” Karina sontak mene

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN