Aku membuka mata saat mendengar ponsel yang tergeletak di nakas menjerit minta diangkat. Rasa malas yang mendera, membuatku mengabaikan panggilan telepon. Ini akibat rasa pegal-pegal yang menyerang sekujur badan, akibat semalaman tidur dengan posisi duduk dan menjadi sandaran kepala Fino. Penuh kehati-hatian, kepala Fino yang menyandar di pundak kupindahkan ke bantal. Hati menjadi cemas, tatkala tak sengaja tanganku bersentuhan dengan kulitnya. Badan Fino terasa panas. Dia demam harus segera dikompres. Tatkala diriku tengah sibuk menyiapkan air hangat, bunyi ponsel kembali bergema. Lekas kuraih benda datar itu. Nama Mas Ferdi terpampang pada layar. "Assalamualaikum, Bunda. Ini Davin." Suara sulungku terdengar riang dari seberang. "Waalaikumsalam, Nak. Selamat ulang tahun, ya," ucap

