36. Kesungguhan Hati Fino

1041 Kata

Malam kian larut, sedangkan rinai hujan semakin deras turunnya. Bahkan kini suara kilat terdengar begitu menyambar. Aku bahkan sampai terkejut saat petir menggelegar hebat. Kilatnya seolah hendak membelah langit. Benar-benar menyeramkan. Angin juga bertiup lebih kencang. Semilirnya menimbulkan hawa dingin yang menusuk kulit hingga ke tulang. Tidak ada tanda-tanda hujan akan berhenti. Langit seolah sedang marah sehingga menumpahkan airnya ke bumi. Aku sendiri hanya bisa meringkuk di bawah selimut. Mata ini sulit terpejam. Selain suara guntur yang menyambar, tadi siang aku juga sudah cukup tidurnya. Beberapa kali ganti posisi berbaring, tetapi tetap saja mata ini diajak terpejam. Mendadak aku jadi teringat Fino. Air langit yang sangat melimpah menjatuhi bumi membuat hati ini didera ra

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN