bc

It's You

book_age18+
6
IKUTI
1K
BACA
possessive
arrogant
dominant
boss
billionairess
sweet
city
office/work place
enimies to lovers
intersex
like
intro-logo
Uraian

"Innovel Writing Contest-The Next BIG Name"

Bagaimana rasanya dikhianati?

Bagaimana rasa mencintai berpuluh-puluh tahun lamanya namun pada akhirnya tak bisa bersama?

Rasa kehilangan, rasa terebut, rasa separuh nyawa melayang, rasa apa itu?

yah, It's you...

You...

you are my love...

My Life...

My Begining.

yah begining?

Mungkin, kamu benar-benar seseorang yang membuatku memulai segalanya dari kehancuran yang kau ciptakan.

Yah, saat ini aku sedang berada di titik terendah, maka aku butuh kamu untuk bangkit.

Yah, saat ini aku sedang berada dalam kebangkrutan, maka tolong semangati aku untuk membangun semuanya kembali.

Yah, aku tak pantas untuk memintanya darimu. Aku sadar keluargamu menginginkan semua yang terbaik untukmu dan aku saat ini bukanlah kandidat yang terbaik itu.

Terimakasih sudah membuka mataku, bahwa kamu bukanlah terbaik untukku.

Namun mengapa? Mengapa hatiku bisa sesakit ini?

Akankah ada cinta lain untukku? Entahlah.

chap-preview
Pratinjau gratis
Kasih Jangan Keterlaluan
Edric Jefford nama yang di sematkan oleh orang tuaku Jefford Hugo dan Mery Marlina, unik bukan? Edric yang artinya Pemimpin yang beruntung dan Jefford adalah nama ayahku, yang artinya gagah dan kuat. Aku satu-satunya keturunan keluarga Hugo yang tidak menggunakan nama Hugo, karena masalah hati. Hahahahah, yah hati, hati ayahku yang di curi gadis kurus asal Indonesia Suku Sunda blasteran Belanda Mery Marlina, Ibuku si kikuk karena perbedaan bahasa juga budaya dengan kakek-nenekku yang paling parah tak pernah ada restu dari mereka sampai aku lahir kedunia. Sayangnya, setelah beberapa tahun restu itu mengalir dan cinta kasih terasa sempurna Ibukku harus meninggalkan dunia fana ini akibat kecelakaan hebat bersama pamanku Linford Hugo, saat di tugaskan untuk menyiapkan perayaan ulang tahun nenekku Agnes Agatha, semua karena kelalayan pengendara lain yang ugal-ugalan dan ibuku serta pamanku tak tertolong, hingga kini ulang tahun nenekku menjadi hari peringatan kematian mereka. Bagi nenekku itu adalah kado sekaligus hukuman dari Tuhan atas perbuatan-perbuatannya di masa lalu. Yah, sudah aku tak ingin membahas hal-hal yang menyedihkan di hidupku. Karena kejadian tersebut, ayahku menjadi ayah tunggal sekaligus anak tunggal di keluarga Hugo dan aku menjadi Cucu tunggal juga ah, menyedihkan memang tak ada saudara lagi di hidupku karena ayahku tak pernah ingin menikah lagi, sungguh setia, sepertinya darah kesetiaan ayahku mengalir juga di tubuhku dan mempengaruhi hidupku. Bagaimana tidak, 10 tahun ini aku tak pernah sekali pun berganti kelain hati, yah hanya kekasihku satu di hatiku tak ada yang lain Cathy Adelicya Magdalena gadis manis dari keluarga Lucas. Putri angkat Hendery Lucas pengusaha asal Itali, meskipun ia putri angkat jangan macam-macam dia adalah priencess bagi keluarga Lucas, sang mommy yang bisa menggila saat Cathy menitikan air mata atau bahkan rambutnya hilang satu helai saja saking sayangnya Chloe terhadap anak yang ia rawat sejak bayi, Andrew sang kakak yang super protective tak akan segan memotong jarimu saat menyentuh priencess nya walau hanya mencoleknya, kadang kasih sayang yang berlebihan membuat kekasihku super manja dan merepotkan, namun aku tetap cinta. Seperti hari ini, hari ulang tahunnya dan ia meminta hal yang super aneh yang membuatku kebingungan sendiri. Ia meminta aku untuk mencarikan Taro Cake yang katanya berwarna ungu, yang ia temukan di sosial media dan tak tanggung-tanggung ia bilang ada di Indonesia, tepatnya di Bandung. Astaga, aku memang berdarah campuran Inggris-Indonesia namun percayalah aku hanya tinggal 4 tahun di Indonesia saat lahir dan itu pun di Jakarta. Semenjak Ibuku meninggal segala komunikasiku dengan saudara-saudara ibukku nyaris tertutup, kecuali saudara sepupuku Gea itu pun karena Gea sedang kuliah di Cambriedge. Aku pun segera menghubunginya. "Hallo, Gea" Ucapku saat mengetahui telponku tersambung. "What's wrong?" Ucapnya tanpa basa-basi, yah dia memang begitu. "Hei, can you help me?" Tanyaku. "Apa?" Jawabnya. "Aku membutuhkan informasi sebuah toko kue di Indonesia yang menjual Taro cake berwarna Ungu, tepatnya di Bandung." Jelasku tanpa basa-basi juga. "Mau akuisisi? Beralih ke dunia kuliner?" ia malah banyak bertanya. "Apaan sih? Cathy ulang tahun dan ia meminta itu." Jawabku. "hahahah bucin sekali anda." Nadanya meledek. "What, bu...cin... apa itu?" Tanyaku. "Tidak usah faham, setau gue itu di Bandung banyak toko-toko kue kayak gituh tapi gue nggak tau tokonya apa dan kuenya gimana?" Jawabnya. "Tolong cariin infonya please!" Ucapku sedikit memohon. "Gue dapet apa?" Dia mencoba bernegosiasi. Aku faham dengan bahasa Indonesiaku yang pas-pasan berdebat dengan dia akan sedikit memusingkan. "Apa pun!" Jawabku. "Okay, bantu gue masuk ke perusahaan AL Company." "Kenapa tidak ke perusahaan saya saja?" Jawabku. "Ogah bos nya lo" Jawabnya yang sepertinya adalah bentuk penolakan. "Baiklah akan saya usahakan, saya akan hubungi Andrew begitu kamu dapatkan cake nya." "Sial, lo kan maunya info toko dan kue nya doang kenapa cake nya juga?" Jawabnya seperti mengumpat. "Karena Andrew Lucas adalah pesaing saya di dunia bisnis dia belum jadi partner." Jawabku, dan segera aku matikan telponnya sebelum dia makin banyak meminta. Apakah semua perempuan keinginan nya aneh-aneh? Kenapa harus cari cake hingga ke Bandung? Untung saja aku punya saudara Indonesia yang mudah-mudahan bisa diandalkan coba kalau sampai dia mau Uum Ali Dari Mesir atau Turkish Delight dari Turki aku harus membuat kerjasama dulu dengan para Pangeran Arab deh kayaknya. Aku sedikit menggeleng mengusir pikiran-pikiran anehku tentang perempuan itu. Ulang tahunnya dua hari lagi dan Gea belum ada menghubungiku membuatku tak sabar untuk menghubunginya padahal hari ini ada rapat penting. "Gea" Panggilku saat tahu telponku tersambung. "Baru aja gue mau ngehubungin lo." Jawabnya sedikit was-was. "Sudah dapet Cake nya?" Tanyaku. "Soal Cake perkara gampang gue bisa datengin cheff nya langsung bahkan tokonya bisa gue pindahin ke depan mansion lo." Jawabnya. "Lo kenal Mario?" lanjutnya kembali. "Mario?" perhatianku teralih. "Laurenzo Company" Jawabnya. "Ouh, sahabat Andrew?" Tanyaku. "What ever mau sahabatan mau apa pun, yang gue mau tanyakan apa hubungannya dengan Cathy?" "Cathy?" Tanyaku. "Ya, your girl" Jawabnya. "Cathy tidak pernah membahas soal Mario." Jawabku. "Gue harap perusahaan lo dan hati lo baik-baik saja soal cake gue kirim lewat e-mail info nya, lo kirimin aja dimana tempat perayaan ulang tahun Cathy dan gue bantu soal cake sampai bisa mentereng di pesta Cathy nanti." "Thank you, saya akan sangat berterimakasih jika tidak ada kesalahan." Jawabku. "Gue juga akan sangat berterimakasih kalau semua akan baik-baik saja. Jika terjadi apa-apa gue bisa bantu lo lewat orang tua gue di Indonesia walau perusahaannya hanya sekelas Asia setidaknya tidak akan membuat lo harus membangun dari nol." Jawabnya. "Maksudnya apa? Perusahaan saat ini baik-baik saja." Jawabku. "Syukurlah semoga tetap seperti itu." Tanpa basa-basi ia mematikan telponku. Kali ini percakapan terpanjang yang pernah kita lakukan. Ada apa ini? Kok aku merasakan ada sesuatu yang tidak beres? Aku memutuskan untuk pulang lebih cepat, namun saat kelaur dari ruangaku aku melihat semua staff ku sibuk mengangkat telpon dari sana-sini. Aku mengernyitkan dahi dan segera menghampiri sekertarisku yang tampak sangat sibuk. "Ada apa?" Tanyaku. "Kita dalam masalah tuan." Jawabnya. Perasaanku mulai kacau, dan aku langsung teringat akan ucapan Gea, entah kenapa aku langsung menelpon nya. "Edric gue di loby perusahaan lo." Ucapnya di ujung sana. "Naiklah menggunakan saya tunggu di ruangan saya." Entah kenapa aku tak menanyakan hal apa pun kecuali menyuruhnya agar cepat menghampiriku. "Edric."Panggilnya setengah terengah. Tanpa basa basi ia mendongak ke bawah mejaku, mengambil sesuatu yang berkerlip-kerlip, di bawah kursi, dan beberapa tempat lain seolah ia hafal betul letak-letak benda itu, sambil mengumpat ia menginjak benda kecil itu satu persatu. "Bodoh! Lo bodoh, lo terlalu di butakan cinta!" Umpatnya. Aku masih tak faham dengan apa yang terjadi dan masih tak faham bagaimana ini semua bisa terjadi. Cewek tomboy itu segera duduk dan membuka laptopnya, ia mengotak atik sebuah data yang entah apa. Lalu menelpon seseorang sementara aku memeriksa beberapa berkas yang sekertarisku sodorkan. Yah, sahamku terjun bebas dan kebangkrutan perusahaan di depan mata. "Sementara tahan sampai di situ jangan biarkan turun lagi!" Perintahnya kepada seseorang. Gea memberikan beberapa file dan ia memberikan tablet baru juga komputer baru. "Sementara jangan gunakan semua komputer kantor ini, semua sudah di sadap. Lo cerobohnya keterlaluan." Ucapnya. "What should I do, Gea?" "Just open your eyes, Edric!" bentaknya. Di benakku masih berjuta pertanyaan, dari mana Gea bisa mengetahui semua ini? Bagaimana ini semua bisa terjadi? Sejak kapan alat-alat penyadap ini ada di sini? Siapa pelakunya? Apa tujuannya? Mengapa? Mengapa semua ini terjadi? Aku tak tahu lagi. "Edric, gue tahu banyak pertanyaan di benak lo, but percaya sama gue, gue ada di pihak lo." Ucapnya "Dan satu hal, kasih jangan keterlaluan biarkan sederhana agar akhirnya tak merana!" lanjutnya kembali. Aku tak faham maksudnya apa, apakah semua ini ada hubungannya dengan Cathy? atau keluarganya? Entahlah. to be continue

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
43.1K
bc

TERNODA

read
201.1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
192.8K
bc

PENGANTIN PENGGANTI SAUDARA TIRIKU

read
1.6K
bc

Kali kedua

read
220.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook