Hanya berselang dua hari perusahaan yang di bangun keluarga Hugo berpuluh-puluh tahun lamanya hancur di bawah kepemingpinanku, ditanganku? Ini aku yang bodoh atau memang Tuhan tidak menghendaki keberhasilan untukku.
Dimana?
satu pesan text dari Gea, saudara sepupuku yang tiba-tiba beberpaa hari ini selalu muncul di hadapanku. Yah, dia masih hutang banyak penjelasan untukku.
Di apartement, siap-siap untuk menghadiri pesta Cathy. Bagaimana Cake nya.
Balasku.
Cake nya aman, gue bukan orang yg ingkar janji. Lo yakin mau hadir?
Satu balasannya kembali.
Memangnya kenapa diia kekasihku, pasti akan mengerti.
Jawabku.
Saat aku memasuki gedung ku cari kekasihku, dia sedang marah-marah entah pada siapa, namun saat satu nama di sebut kakiku tertahan untuk melangkah.
"Aku memang cinta Edric tapi aku harus realistis kan?" Bentaknya pada seseorang.
"Lalu itu chef dari Indonesia gimana? Cake nya sudah jadi indah sesuai yang kamu mau sayang?" Bujuk suara bariton milik seorang peria aku yakin itu suara ayahnya.
"Kan ada Cake yg mario pesan juga Dad" Ucap suara barion lain, itu Andrew. Kenapa Andrew terkesan memihak pada Mario?
"Sudah-sudah pajang saja keduanya apa salahnya?" Ucapan lembut Ny.Chloe "Lucas, sudah lah ayo tidak enak dengan tamu yang sudah mulai berdatangan. Kita lakukan apa yang anak-anak mau." lanjutnya kembali.
Cake? Mengapa jadi masalah? Aku segera mencari toilet dan memasuki salah satunya, saat hendak ku dial no Gea untuk menanyakan tentang cake itu tiba-tiba ada suara langkah kaki seseorang yang sedang bercakap-cakap.
"Iya, benar Mario adikku terlalu polos." Ujarnya.
Andrew? Batinku. Segera aku merekam pembicaraan mereka entah untuk apa aku hanya ingin merekamnya dan mematikan nada dering phoneselku.
"Hanya sedikit hasutan dia membenci orang yang selalu buat dia selama sepuluh tahun ini?" Jawab Mario.
"Tidak Mario, cintaku untuknya sudah dari dua puluh enam tahun lalu bahkan sampai detik ini." Entah apa maksud dari Andrew.
"Iya lah kamu kan kakaknya." Jawab Mario.
"Dan entah mengapa aku tak ingin kehilangan dia bahkan untuk suaminya kelak aku ingin selalu memilikinya dalam hidupku."
"Astaga aku kita kamu benar-benar menjodohkannya denganku." disertai kekehan.
"Lebih baik aku relakan bersama Edric yang aku tahu ke setiaannya dari pada ku serahkan adikku untuk buaya seperti kamu." pekiknya, dari nada bicaranya terdengar sungguh-sungguh.
"Buktinya kamu malah menghancurkannya!" Jawab Mario.
"Yah, Aku harus mendapatkan apa yang seharusnya milikku bukan?" Jawabnya, entah apa maksud perkataannya. Apa yang harus jadi miliknya? Ada apa ini?
getar phonselku membuyarkan lamunanku, aku mengangkatnya setelah aku yakin tidak ada seirang pun di yang akan mendengar percakapanku.
Hallo ucapnya di ujung sana. Aku hanya menjawabnya dengan deheman entah mengapa suaraku seakan tercekat dan percakapan dua orang yang aku yakini Andrew dan Mario berputar-putar di otakku seakan tidak mau tercerna.
Dimana? tanyanya. Entah mengaoa sepupuku yang satu ini menjadi lebih cerewet dari biasanya.
Di pesta jawabku.
Jangan bohong gue juga ada di pesta, nyokap gue dateng ke sini lo temui dia nanti setelah urusan lo selesai, ada beberapa hal yang harus lo dengar sendiri dari nyokap. Jangan lupakan dia bibi lo Edric, bicara yang sopan dan jangan membantah apa pun yang ia katakan okay, kalau tidak lo bakal benar-benar menyesal seumur hidup lo. Pintanya panjang lebar. Aku hanya mengernyitkan dahi, ada apa dengan orang ini? Mengapa semua terjadi tiba-tiba di dalam hidupku?
Aku kembali mencari kekasihku Cathy, cinta pertamaku dan aku harap cinta terakhirku, walau kini ada beberap keraguan terhadapnya.
"Hai honey" Ucapku saat aku berhasil menemukannya.
"Hallo, Edric." Jawabnya, ada nada yang sengaja di tekan dan sorot matanya tidak seperti biasanya.
"Bagaimana hadiahnya sesuai dengan yang kamu mau?" Tanyaku mencoba mencairkan suasana.
"Iya, sesuai dengan ekspetasiku, bahkan hal tersebut sungguh meyakinkanku untuk melapasmu Edric." Jawabnya, seakan petir menyambar kepalaku dan meremukan hatiku. Ada apa dengan ucapannya?
"Apa maksudmu?" Tanyaku penasaran.
"Maksudku, kau pembohong Edric, sepuluh tahun dari remaja hingga kini kita bersama namun hal seperti itu saja kamu tidak jujur padaku Edric." Jawabnya. Apa maksudnya aku tidak mengeti. "Lupakan soal pernikahan kita akhiri hubungan ini Edric." Ucapnya tegas tanpa keraguan.
Untuk pertama kalinya selama sepuluh tahun ini perkataan Cahty ku sungguhmembuat jantungku seakan berhenti berdetak. Sebenarnya ada apa ini?