Tangan Lazakar bergerak cepat mencengkeram kelelawar yang menghisap darahnya, namun kelelawar itu berhasil kabur dengan terbang setinggi mungkin. “Grrrghhh ...,” Lazakar menggeram kesal. Dia melompat dari pohon ke pohon untuk mengejar kelelawar yang telah menghisap darahnya. Jamilah menyaksikannya dengan perasaan was-was. “Kemana kau? Keluaaar!” pekik Lazakar ketika tak menemukan jejak kelelawar yang bersembunyi entah dimana. Mata setajam elang memindai sekitarnya, Lazakar terlihat sangat gusar seakan ingin membunuh musuhnya dalam sekali gebrakan. Jamilah terpana melihatnya. Wajah yang sama, aura yang amat berbeda. Betapa berbedanya pria ini dengan Johny yang cenderung konyol dan messum. Pandangan Lazakar bertemu dengan Jamilah,

