68. Anak Genderuwo 24

1012 Kata

Dia tak akan sadar.  Bunuh dia dalam tidurnya!             Satrya mendengar kata-kata tanpa wujud itu dengan ekspresi kosong.  Dia perlahan bangkit berdiri, kemudian melangkah ke sisi ranjang di sebelah Johny.  Kedua tangannya terulur ke depan, siap mencekik leher Johny.  Anehnya, Johny tertidur begitu lelapnya seakan tak menyadari maut tengah mengintainya.              Di saat kritis, Jamilah membuka matanya karena ada kerikil yang menyentil dahinya.  Dia menjerit melihat Johny yang baru mencekik Johny.             “Aaargh!  Sat, apa yang kamu lakukan?!”              Jamilah bangkit, berusaha menepis tangan Satrya dari leher Johny.  Namun sulit sekali mengalihkannya, tangan Satrya begitu kuat membetot leher Johny.  Sementara itu wajah Johny berangsur memerah karena kekurangan pasoka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN