Satrya mengulangi pertanyaannya karena tak ada menanggapi kecuali angin yang mendadak bertiup lebih kencang. “Siapa? Muncullah!” serunya kesal. Kali ini terdengar gelak tawa membahana, bergaung dimana-mana ... sehingga Satrya kesulitan menebak arah suara itu. Yang jelas tawanya mengandung tenaga dalam, jadi dia yakin sosok itu memiliki kesaktian tinggi. Satrya mengedarkan pandangannya, namun tak melihat orang lain selain dirinya. “Kamu mencari saya?” Suara itu datang dari atasnya. Satrya mendongak keatas. Di batang pohon yang terletak diatasnya terlihat sosok bersinar, begitu berkilau hingga meski Satrya memicingkan mata tetap tak bisa melihat jelas wajah sosok itu. “Kamu bukan manusia toh?” cetus Satrya. “Apa itu penting? Kemb

