"Hahahaha jadi kau mengaku bernama Kartikeya?" "Iya." "Kau gila?" "Aku lebih dikenal seperti itu oleh lawanku, bukan?" Joyo hanya tersenyum mendapati temannya yang kini tidak bisa menahan tawa karena mendengar cerita pertemuan Kartikeya dengan Wulan. Sejak malam itu, Kartikeya alias Joyo Boyo tidak bisa melupakan kejadian yang membuatnya pulang ke rumah dengan senyuman lebar. Menyenangkan juga dekat-dekat dengan perempuan kasar. Sebelum ini, ia tidak pernah suka. Baginya, memikirkan perempuan saja tidak ada waktu. Sesekali jika ia ingin bermain dengan mereka, Joyo hanya akan mengikuti temannya ke sebuah perjamuan kelas prajurit rendahan. Itu saja tak pernah benar-benar ia nikmati. "Kumaha salirana? Naha rarayna geulis? Saha ramana? Kawitna ti mana? Upami palay, ku abdi bade dipangmil

