Hari ini Joyo membawa setangkai bunga yang dipetiknya saat perjalanan pulang dari padepokan Lor. Mengingat bunga yang hidup liar di hutan, mengingatkannya pada Wulan. Sepanjang perjalanan pulang, ia menduga-duga bagaimana Wulan menjalani hari-harinya sebagai pelayan di dalam kerajaan Caringin. Sudah hampir sebulan ia tidak menemui gadis itu karena ditugaskan untuk melatih prajurit baru pilihannya. Memperkuat barisan terdepan Caringin adalah salah satu hal yang harus tetap ia jaga. Sedangkan di dalam kerajaan. Ada Wulan yang tengah membantu Puteri Anggatri berdandan. Rambut panjang sang Puteri ia asapi oleh rempah-rempah yang dibakar. Lalu ia rapihkan dengan sisir yang terbuat dari tanduk kerbau. Tidak ada yang bisa mengalahkan karismatik wajah Nyimas Dewi Anggatri. Jika diam seperti ini,

