"Maksudmu apa Wulan?" "Kau menyelamatkanku hanya untuk mempermainkanku bukan? Setelahnya kau akan meninggalkan aku seperti halnya aku adalah gadis bodoh dan miskin." Tangan Joyo menarik Wulan, menyeretnya ke dalam kamar. Menutup pintunya serta mendorong tubuh Wulan secara kasar ke ranjang. Kini Joyo berusaha untuk berada di atas tubuh gadis yang membuatnya frustasi karena tak mampu membaca apa yang sesungguhnya diingininya. "Siapa yang mengatakan padamu bahwa aku akan meninggalkanmu?" Tidak ada jawaban, Wulan berusaha melepaskan tangannya yang ditahan oleh Joyo. Posisinya tidak menguntungkan, badan Wulan berada di bawah badan Joyo. Suasana jadi lebih tidak terkendali. "Lepaskan aku," pinta Wulan. "Aku tidak mengerti maksudmu, Wulan. Jelaskan terlebih dahulu." Wulan menghentikan usah

