Perjodohan Reza dan Yayi yang digadang-gadang oleh hampir seluruh keluarga. Akhirnya terlaksana, malam ini. Seperti perintah Ngarso Dalem, semua anggota keluarga berkumpul di sitinggil utama. Lampu-lampu gantung yang berasal dari eropa. Seluruhnya di nyalakan, para tamu duduk di lantai berkarpet merah, dipisahkan antara barisan puteri dan putera. Hanya Ngarso Dalem yang duduk di kursi. Saudara-saudara jauh pun yang jarang kulihat turut datang demi mendengarkan rencana pernikahan Reza dan Yayi. Umur Reza yang menginjak dua puluh tujuh tahun. Hanya terpaut lima tahun dengan Yayi. Aku duduk dibarisan para pangeran lajang. Ada Reza duduk di sebelah kananku persis, dengan beskap putihnya juga tidak lupa dengan belangkon. "Kamu udah mantep Za, mau milih adikku jadi isterimu?" bisikku. "Iya

