Aku mengajak Ratih ke bukit bintang di daerah Gunung Kidul sebelum pulang. Memberikan ia sedikit waktu lagi untuk menenangkan diri. Bukit bintang yang sepi dan beberapa kedai sederhana masih buka hingga pagi dini hari. Kami memilih duduk di kedai yang berbatasan langsung dengan pinggir bukit. Memesan teh hangat dan beberapa camilan, khawatir mungkin saja Ratih lapar. Sebelum itu semua, aku telah mengabarkan orang rumah untuk pulang telat dan Ratih sudah ada bersamaku. "Diminum dulu teh nya, Tih." Ratih menurut, ia mengambil cangkir kecil berisi teh tubruk yang beraroma khas. Aku sedikit tersenyum, melihat anak ini sudah berhenti menangis. Membawa ketenangan teesendiri bagiku. "Mas, boleh nanya sesuatu?" Ia mengangguk sekali. "Dari mana kamu tahu kejadian malam itu?" Ratih menghela n

