16. PENYESALAN

1467 Kata

Pada akhirnya seluruh keluarga menguburkan jasad pak le Ganu di pemakaman khusus para keturunan sah raja-raja. Meski Ngarso Dalem sudah mengusirnya dari keraton. Dalam darah pak le Ganu tetaplah mengalir darah biru. Aku baru kali ini melihat ibu dari Ratih lagi setelah ia menitipkan anaknya pada keluargaku. Tubuhnya kurus dan matanya lebih cekung. Tidak banyak yang ia katakan saat di pemakaman. Juga tidak ada air mata yang jatuh, hanya Ratih yang menangis. Nelangsa saat mendengarkan suara gadis itu bercampur dengan jeda sesak dadanya. Ratih masih terus saja menangis bahkan sampai selarut ini. Aku bisa mendengarkan segukan tangisnya dari tembok kamarku. Entah apa yang harus aku lakukan. Akhir-akhir ini aku tak ubahnya menjadi seorang pengecut yang kacrut kehilangan akal sehat. Karena sem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN