Malam telah melepaskan jubahnya, berganti fajar. Ada suara ribut-ribut diluar kamar, dengan rasa penasaran. Aku mencoba untuk melihat apa yang sedang terjadi. Para abdi dalem terlihat sibuk, tak terkeculi ibu dan Roro. Aku yang masih sangat mengantuk terdiam di depan pintu kamar. Walau pun cuaca pagi ini tidak seperti biasanya, tetap saja udara seperti menusuk hingga ke tulang atau ini semua hanya karena perasaan takutku saja. Ibu dan Roro mondar mandir antara kamar Ratih dan kamar mandi. Seperti tidak menghiraukan kehadiranku. Entah apa yang membuat mereka sibuk, hingga seperti itu. Roro juga membawa obat dan segelas air putih. Dengan langkah yang gontai, aku mencoba melongok ke dalam kamar Ratih. Benar seperti kata Blorong, Ratih telah sadarkan diri setelah aku menyentuhnya. Bahkan ki

