"Kapan kamu mau jawab pertanyaan ku yang kemarin? Kamu mau atau gak jadi pacar aku?" Nyatanya, untuk kedua kalinya jawaban Ayana hanyalah sebuah senyuman tipis. Namun kali ini dibarengi dengan sebuah kata yang membuat Alfarezi sangat kecewa. "Tidak, pak. Saya tidak bisa menjadi pacar bapak. Masih begitu banyak yang lebih pantas daripada saya." Katanya. Setelah mengatakan penolakan itu, semakin parah lagi dengan Ayana yang meninggalkan Alfarezi sendirian di taman. "Saya lebih dulu ke dalam, pak." Hanya bisa bersabar, menghadapi penolakan itu dengan senyuman. Alfarezi malah tertawa sembari bertepuk tangan setelah melihat Ayana masuk ke dalam. Ia mengambil ponselnya di saku, menghubungi seseorang. "Ma, aku udah ditolak. Makan bersamanya gak jadi. Jadi mama gak usah masak banyak." Dia

