"Kamu kenapa?" Tanya Alfarezi melihat wajah murung istrinya. Ayana tampak tidak bersemangat saat pulang di hari pertamanya kerja setelah menikah ini. Ayana menggeleng, mencoba mengulas senyum ketenangan, "gak ada apa-apa, cuman lelah aja. Hari ini cukup banyak pasien yang datang." Jawab Ayana menarik senyumnya paksa. Ia menyembunyikan apa yang sedang terjadi sebenarnya hari ini. Meski sebenarnya Ayana berusaha untuk bungkam, tidak bersuara dari gosip-gosip aneh yang beredar, tetap saja ia memikirkan hal itu hingga merusak suasana hatinya. Hati itu tipis, gampang hancurnya, mau se-sepele apapun orang berkata kalau sudah menyentuh hati, bisa hancur juga. Hati-hati, mulutmu, harimaumu. "Yakin?" Ayana mengangguk sekali lagi. "Kalau ada apa-apa, kasih tahu aku. Kita sudah menikah sek

