Aya dengan Pria Lain

1522 Kata

"Kamu kok peduli sama aku? Katanya kita lagi marahan," Alfarezi terus menarik senyumnya memperhatikan Ayana yang masih mau mengurusnya, memberikannya obat setelah insiden kecil tidak terduga tadi. Ayana hanya mendelik tipis, lanjut menyuapi Alfarezi sisa makanan yang belum habis. "Kamu jangan kebanyakan ngomong. Sebenarnya aku gedeg parah sama kamu, pengen racuni kamu sekalian. Tapi sayang, kalau aku racuni kamu di sini, yang ada aku malah dimasukin ke penjara. Aku gak mau hamili anakku satu hari pun di dalam jeruji," jawab Ayana begitu ketus. "Anakku juga, Aya." Alfarezi mengoreksi ucapan Ayana, mengulurkan tangannya hendak memegang perut istrinya, namun sayang langsung ditepis Ayana. "Dia anakku, bukan anak kamu," tegas Ayana, tidak berubah sedikitpun. "Anakku." Alfarezi lebih tegas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN