Thalia membolak-balikkan tubuhnya di atas ranjang sebelum akhirnya terlentang dan memandang langit-langit kamarnya. Kata-kata Tami terus mengisi kepalanya. Ia tidak boleh pulang dalam keadaan tidak baik seperti saat ini. Ayah ibunya pasti akan sangat kepo pada sesuatu yang menimpanya. Ayahnya adalah salah satu pemilik perkebunan teh di daerah Majalengka. Tentu saja keluarganya hidup sejahtera. Namun, Thalia memilih hidup mandiri dengan mencari pekerjaan sendiri tanpa bergantung pada usaha keluarga. Tentu saja, orangtuanya tak menyetujui, namun Thalia meyakini keduanya dengan mengatakan akan tinggal dengan keluarga Tami hingga akhirnya orangtuanya melepas gadis kesayangannya dengan berat hati. Dan di sinilah ia, tinggal dengan keluarga Tami meski sebelumnya ia memilih kost sendiri. Pikir

