Kini tinggal Leo yang masih berdiri mematung di sana, entah mengapa Leo merasa tempat yang dia pijak terlalu asing baginya. Terabaikan adalah satu kata yang tidak pernah Leo temui selama ada Mala di sisinya. Namun kini tidak, Leo mulai merasakan perasaan itu. Kedua tangan Leo mengepal seiring menajamnya pandangan kedua matanya pada Andi. Menatap penuh iri saudara tirinya yang tampak sedang bersenang-senang dengan mainan barunya. Leo mulai melangkah cepat menuju Andi, berdiri di sampingnya. "Minta mainannya." ucapnya tajam dan dingin. "Nanti ya, bang. Andi dulu yang main, nanti abis itu baru deh, Andi pinjemin sama abang mainannya." jawab Andi tanpa menoleh padanya. "Nggak, aku mau sekarang," sanggahnya. "Lagian itu bukan cuma punya kamu, tapi punya aku juga!" "Nggak, Papa bilang ini bu

