Dua Puluh Enam

1277 Kata

Leo duduk dipinggir ranjang Mala dengan kepala yang menunduk dalam. Tidak berani menatap ataupun sekedar melirik wajah Bundanya. Leo sangat tahu bagaimana marahnya Mala beberapa saat yang lalu, terlebih Mala telah membentaknya di hadapan semua orang. Mala tidak akan pernah melakukan hal itu, jika saja dia tidak dalam emosi yang mengerikan. "Malam ini kamu tidur sama Bunda." Kepala yang tertunduk dalam itu terangkat, menatap lirih punggung Bundanya yang sedang membuka lemari baju. Suaranya terdengar sangat lembut dan melunak, berbeda dengan saat tadi Mala membentak Leo di luar. "Bun," panggil Leo memberanikan diri. "Maafin Leo." sesalnya. Matanya kembali berkaca-kaca, entah kenapa perasaannya begitu pilu kala menatap punggung itu. Mala tak bergerak di tempatnya, tubuhnya mematung mende

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN