Dua Puluh Sembilan

848 Kata

Raka masih berdiri disana, tidak bergarak ataupun menghampiri Mala. Terlalu sibuk memuaskan dirinya untuk memandangi objek hidupnya. Menatap lekat wajah itu dan tak berniat untuk sekedar berpaling. Mala menurunkan Leo dari gendongannya, melangkah perlahan mendekati Raka. Setiap langkahnya menimbulkan sensasi yang menggelitik baginya. Langkah pelan itu semakin lama semakin berubah menjadi penuh ketidak sabaran. Hingga ketika Mala telah berhadapan pada Raka, Mala hanya mampu tersenyum kecil. Raka segera menarik tubuh itu ke pelukannya, memeluknya seerat mungkin. Berharap pelukan itu tak akan terlepaskan lagi. “Maaf...” bisiknya lirih pada Mala. Wanita itu mengangguk kecil sembari menahan air matanya, tidak ingin lagi menangis dalam hidupnya. “Jangan pergi lagi, jangan tinggalin aku...”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN