Epilog

1243 Kata

Sepuluh tahun kemudian. “Yang itu letakkan disana. Terus... hm... yang ini disini aja deh. Oh iya, kotak yang itu hati-hati ya naruhnya, soalnya gampang pecah.” Leo yang sedang bermain game di ponselnya tersenyum kecil mendengar rutukan Haruka. Mereka berdua duduk berdampingan di atas sebuah sofa panjang. Leo duduk sambil menyandar dengan kedua kaki bersila sedangkan haruka duduk menyandar sambil mengelus-elus perut buncitnya. “Bunda kamu tuh, nggak pernah santai jadi manusia. Apa-apa dibikin ribet. Padahal udah pakai jasa angkut, masih... aja harus mantau dengan mata sendiri. Yang ini nggak boleh dis ana, yang itu harus begini. Hih, ribet!” cerocos Haruka. “Ngomel-ngomel terus, nanti si adek jadi cepat tua loh, Aunty.” Celetuk Leo, masih dengan kedua mata yang fokus menatap layar pons

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN