Maya melihat ke sekeliling dengan bingung. Ia cukup heran dengan rasa percaya diri Reno yang tinggi, bernyanyi di depan orang banyak seperti itu.
Reno mulai menatap Maya dengan begitu dalam.
I found a love for me.Darling just dive right in And follow my lead
Well I found a girl beautiful and sweet. I never knew you were the someone waiting for me
Cause we were just kids when we fell in love.
"Bahasa linggis deh, emak kan enggak ngerti. Coba lagu dangdut pasti asoy dah," komentar Emak."Tapi, suaranya bagus juga ya, May."
Maya terdiam, menatap Reno. Tubuhnya membatu seketika dan tidak lagi mendengar ucapan Emak.
Reno tersenyum ke arah Maya.
Not knowing what it was.
I will not give you up this time.
But darling, just kiss me slow, your heart is all I own.
And in your eyes you're holding mine. Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms.
Barefoot on the grass, listening to our favorite song.
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath.
But you heard it, darling, you look perfect tonight.
Semua orang yang ada di sana bertepuk tangan dengan cukup meriah karena suara lelaki itu memang bagus. Reno melemparkan senyuman kepada semua tamu sebagai ucapan terima kasih. Ia lantas turun dari panggung, dan berdiri di depan meja mereka tadi. Reno mulai menyanyi lagi.
Well I found a woman, stronger than anyone I know.
She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home.
I found a love, to carry more than just my secrets.
To carry love, to carry children of our own.
We are still kids, but we're so in love.
Fighting against all odds.
I know we'll be alright this time.
Darling, just hold my hand.
Reno menatap Maya lebih dekat lagi.
Be my girl, I'll be your man.
I see my future in your eyes.
Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms.
Barefoot on the grass, listening to our favorite song.
When I saw you in that dress, looking so beautiful.
I don't deserve this, darling, you look perfect tonight.
Jantung Maya berdebar tidak karuan. Namun, hatinya tetap menolak meski sisi lainnya mengatakan bahwa ia mulai luluh pada duda itu. Maya menggelengkan kepala, membuang pandangannya menghindari tatapan Reno. Reno meraih dagu Maya agar wanita itu menatapnya.
Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms.
Barefoot on the grass, listening to our favorite song.
I have faith in what I see.
Now I know I have met an angel in person.
And she looks perfect.
I don't deserve this. You look perfect tonight (Ed Sheeran-Perfect)
Reno kembali ke panggung, lalu berkata."Terima kasih atas tepuk tangannya. Mohon maaf sudah mengganggu kenyamanan kalian semua dan selamat makan." Reno pun turun dan kembali ke meja.
"Reno! Bagus banget suaranya!" Emak bertepuk tangan dan menepuk-nepuk pundak Reno.
"Terima kasih, Bu."
"Arti lagu tadi apa, sih?" Tanya Emak.
Reno menoleh ke arah Maya yang hanya bisa tertunduk."Nanti setelah makan ...Reno kasih tahu. Berhubung makanan udah datang...kita makan dulu ya."
"Oke sip. Emak lapar."
"Maya...ayo makan." Reno tersenyum penuh arti.
Maya meringis."Iya, Om."
"Jangan kaget gitu," ucap Reno pelan agar tidak didengar Emak.
Maya menghentikan gerakannya."Maksud Om?"
"Kamu ngerti kan maksud semua ini, kenapa kamu kaget banget? Atau...kamu malah benci sama saya?"
Maya menggeleng."Enggak nyangka ...kan saya udah nolak. Tapi, Om masih terus coba lagi dan lagi. Heran juga kan tadi siang Om sakit. Sekarang udah sehat."
"Sakitnya udah aku pindahin ke kamu, pakai ciuman tadi siang," bisik Reno dengan kerlingan mata yang nakal.
Wajah Maya merona seketika. Entah sejak kapan ia jadi mati kutu di depan Reno. Sepertinya sekarang semuanya menjadi terbalik. Ia pun hanya bisa meratapi nasibnya di dalam hati.
"Ya sudah makan aja...nanti keburu dingin." Reno pun fokus dengan makan malamnya.
Setelah selesai, dan perut juga sudah mulai nyaman. Reno memastikan tidak ada sisa-sisa makanan yang menempel di giginya. Kemudian ia menatap Emak dan Maya bergantian.
"Kalian suka makanannya?"
"Suka banget, tapi...jangan sering-sering ntar bangkrut."Emak terkekeh.
Reno tersenyum."Syukurlah kalau suka." Ia pun berdehem sebentar, wajahnya mulai terlihat serius. "Ibu, saya ajak Ibu dan Maya ke sini...bukan tanpa tujuan..."
Maya menatap Reno dengan serius, jantungnya kembali berdegup kencang. Ia mulai berpikir kalau Reno akan melamarnya lagi. Pria itu masih belum menyerah.
"Oh ya? Memangnya ada apa ini? Kok kayaknya serius banget."Emak mengubah posisi duduknya."
"Ibu, saya...suka sama anak Ibu, Maya." Reno menoleh ke arah Maya yang terlihat begitu tegang.
Emak menoleh ke arah Maya."Suka? Maksudnya...naksir begitu?"
Reno mengangguk dengan yakin."Iya. Kehadiran Maya sudah membuat hati saya yakin untuk mengakhiri masa sendiri saya. Oleh karena itu, jika diizinkan...saya ingin melamar Maya untuk jadi isteri saya."
Maya menahan napasnya saat mendengar ucapan Reno. Ini lebih mengejutkan lagi, ia pikir Reno akan memintanya menjadi pacar seperti kemarin. Tapi, nyatanya lelaki itu malah melamarnya di depan Emak langsung.
Emak terdiam beberapa saat,raut wajahnya berubah dan sulit diartikan. Ia menatap Maya dan Reno bergantian."Diterima!"
"Emak,"protes Maya.
"Eh kenapa?"tanya Emak kaget.
"Kok main terima-terima aja sih, Mak...kan Maya enggak jawab apa-apa," kaya Maya sambil melirik Reno.
"Kan Reno nanyanya sama Emak, boleh enggak lamar kamu...ya emak jawabnya boleh. Nah, kalau nanyanya ke kamu ya...kamu yang jawab. Tapi, kenapa emak jawab diterima...karena Emak setuju kalian menikah!" jawab Emak bersemangat.
"Alhamdulillah." Reno tersenyum lega. Ia memandang ke arah Maya da memberikan tatapan kemenangan.
Maya menggeleng."Enggak bisa gitu, Mak." Suasana pun berubah menjadi tidak enak.
"Loh kenapa?"
"Maya enggak bisa, Mak, nikah sama Om Reno." Suara Maya bergetar, ia segera berdiri dan meninggalkan tempat.
"Loh, Maya!" Emak langsung panik.
"Bu, jangan dikejar,"cegah Reno.
"Tapi, nanti dia kenapa-kenapa."
"Ini duduk di sini aja, biar Reno yang kejar Maya ya..." Reno memberi kode ke arah kedua temannya yang duduk di meja lain.
Randy dan Rion datang mendekat."Kenapa, Ren?"
"Aku mau kejar Maya dulu, kalian temeni Ibunya Maya ya."
"Oke."
Reno segera keluar mencari Maya. Gadis itu tampak duduk di bebatuan dekat parkiran. Reno hanya bisa tersenyum, ia tahu bahwa ini cukup mengejutkan untuk gadis seusianya. Tetapi, ia juga tidak bisa berbohong bahwa ia begitu menginginkan Maya. Ia ingin segera mengakhiri masa sendiri dengan menikah dengan gadis pujaan hatinya.