Sebuah Kenyataan

1134 Kata

Runi terdiam sejenak. Dia bimbang saat ini. Dia lalu menoleh ke arah Farida. “Bu Farida, bisa tinggalkan kami berdua? ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan Calista,” ucap Runi. “Iya, Bu. Saya akan ke kamar kalau begitu. Saya akan istirahat dulu, permisi,” sahut Farida yang diangguki oleh Runi. Sepeninggal Farida, Runi lalu menggeser duduknya ke sofa yang letaknya dekat dengan jendela. Calista yang melihat gelagat kalau hal yang akan dibicarakan oleh Runi adalah sebuah rahasisa, mengikuti Runi dengan menggeser pula posisi duduknya. Setelah memastikan Farida telah masuk ke dalam kamar dan pintu telah ditutup rapat, Runi pun mulai membuka suaranya dengan nada suara rendah. “Begini, Calista. Semalam Sandy pulang ke rumah dalam keadaan mabuk. Dia frustasi setelah mengetahui kalau Ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN