CHAPTER 39. Bukan Pilihan

1728 Kata

*** Angin melambai menerbangkan helaian rambut Zafi yang berantakan. Asap rokok memenuhi dek kapal itu, mengudara mengikuti ke mana arah angin pergi. Tepat ketika Zafi membuang puntung rokoknya, seseorang menghampirinya. Memberitahunya bahwa dokter Reo ingin bicara. Zafi menghela napas. Apa lagi yang ingin orang suruhannya itu bicarakan selain masalah Namira. "Katakan tunggu aku di tempat biasa," perintah itu ia berikan pada bawahan yang ikut dalam rencana ini. Setelah kepergian bawahannya itu, Zafi kembali masuk ke kapal. Dengan bebas lelaki itu masuk kembali ke kamar Namira. Tampak jelas bahwa perempuan yang semalam dirinya tiduri masih terlelap. Zafi mendatanginya, menatap perempuan sejenak. Setelah ini dirinya akan kembali pada sifat aslinya. Membenci Namira seperti dulu. Iya, han

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN