*** Terhitung dua hari berlalu sejak kejadian malam itu. Sudah dua hari pula Killa menghindar dari Namira. Entah kenapa dia merasa Namira sudah melakukan sebuah kesalahan di belakangnya. Mungkin ini adalah bentuk dari rasa kecewanya pada perempuan itu karena telah merusak kepercayaannya. Dengan sikap Killa yang selalu menghindar dari Namira ini membuat Namira murung sepanjang hari. Padahal hanya Killa harapan Namira untuk bisa menghubungi Anka. Terpaksa Namira menunda rencananya dulu. Dia lebih banyak menghabiskan waktu di kapal dari pada datang ke rumah sakit. Entah kenapa Namira merasa tidak nyaman pada siapapun. Kini, Namira hanya terbaring di atas tempat tidurnya. Menatap sendu apapun yang tertangkap oleh matanya. "Aku harus gimana?" tanya Namira dengan lesu. Dalam kegelisahan d

