Ralia membuka lembaran buku harian Aulia. Ada banyak hal yang ia temukan di dalamnya, seolah ia mendengar sendiri Aulia bicara panjang lebar dan tentunya hal itu tidak akan pernah terjadi. Terkadang Ralia tertawa, kadang sesekali juga ia menyeka air mata. Mata Ralia berhenti di halaman ke tujuh. Kertas itu bertuliskan awal Aulia bertemu dengan Prisilia. Tahun ini aku naik ke kelas tiga. Aku masuk ke kelas unggulan lagi. Aku senang karena pasti semua murid-muridnya akan sibuk belajar. Aku enggak perlu berpura-pura tersenyum karena tidak tertarik akan pembicaraan mereka. Hari pertama di kelas baru, aku cukup terkejut karena Adjie juga masuk ke kelas unggulan. Rasanya agak aneh, aku sudah bilang sama Adjie kalau dia salah orang. Aku bukan Ralia yang ia temui di taman kanak-kanak dulu, tap

