Di depan ruang inap VIP, Leo sudah berdiri siaga. Dialah yang menyiapkan segala keperluan medis hingga keamanan ketat untuk Nara. Keluarga Wijaya yang biasanya berkuasa, kali ini hanya diperbolehkan mengantar sampai ambang pintu. Rayyan melangkah masuk ke dalam ruangan yang tenang itu, memastikan Nara beristirahat tanpa gangguan. Setelah yakin Nara tertidur lelap, barulah Rayyan kembali keluar menemui keluarga Wijaya. Pandangan Rayyan tajam tak lepas dari Jena dan Rissa yang tertunduk lesu di depannya. Kebenciannya terhadap Jena telah berlipat ganda. "Leo, bawa keduanya ke kantor polisi," ujar Rayyan tanpa basa-basi. Suaranya rendah namun mematikan. Ia ingin kedua gadis manja itu merasakan dinginnya lantai penjara meski hanya sementara. Jena tersentak, ia meronta kala pergelangan tangan

