Rencana Kembalinya Zefa Wijaya

1007 Kata

Setelah di usir secara paksa oleh Rayyan, Di koridor rumah sakit yang dingin itu, Jena masih mematung. Matanya menatap tajam ke arah pintu. Hatinya bergejolak, tidak terima diperlakukan semena-mena oleh Nara. "Nara... penghinaan ini akan kubalas berkali-kali lipat!" bisiknya pelan, namun penuh dengan kebencian. Lamunannya buyar ketika sebuah tangan dingin menepuk pundaknya. Nyonya Wijaya berdiri di sana dengan wajah lelah. "Ayo kita pulang, Jena," ajak Nyonya Wijaya datar. Sementara itu, di dalam dekapan hangat Rayyan, Nara kembali terisak. Dadanya sesak oleh kebisingan hatinya. "Sudah, jangan sedih lagi. Ada aku di sini," bisik Rayyan lembut sambil menyeka air mata yang membasahi pipi istrinya. Nara mendongak, menatap Rayyan dengan mata sembap. "Dulu... sewaktu aku kecil, aku sering d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN