Tanda Lahir Yang Sama?

1235 Kata

Suasana malam di kediaman Dirgantara terasa tenang. Di dalam kamar yang luas, Nara baru saja menyelesaikan ritual mandinya. Nara berdiri di depan cermin besar, jemarinya yang lentik menyibak rambut panjangnya yang masih basah untuk dikeringkan. Saat rambut itu terangkat, sebuah tanda lahir kecil berwarna kemerahan nampak jelas di area belakang telinga kanannya—sebuah tanda yang selama ini ia anggap biasa saja, tanpa tahu bahwa itu adalah kunci dari sebuah identitas yang hilang. "Huh... Capek sekali rasanya," Nara bermonolog lirih. Ia menghela napas panjang, membiarkan pundaknya merosot. Kejadian di kantor tadi benar-benar menguras energinya, baik fisik maupun batin. Sementara itu, di ruang makan lantai bawah, suasana sedikit berbeda. Oma Sekar sudah duduk manis di kursinya, sementara Ray

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN