Waktu menunjukkan pukul delapan lewat lima pagi saat Ingga terbangun dari tidurnya. Suara kicauan burung yang beradu dengan berisiknya suara kendaraan bermotor yang berlalu-lalang di jalanan kota Italia langsung menyadarkan Ingga dari tidur lelapnya. Keenan, yang memang sudah terbangun daritadi, langsung mencium lembut bibir Ingga sekilas seketika dirinya melihat Ingga yang akhirnya terbangun dari tidurnya. “Selamat pagi, cintaku,” sapanya. Ingga tersenyum, “Pagi .. Kamu sudah bangun daritadi?” Keenan mengangguk. “Ya. Ibumu menelepon tadi saat kamu masih tidur,” ucapnya seraya menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantik istrinya. “Benarkah? Apa katanya?” tanya Ingga terkejut. “Ibu hanya bertanya bagaimana keadaan kita sekarang, dan ibu bilang kondisi ayah sudah sema

