Angin segar yang sesekali berhembus dari rimbunnya pepohonan pegunungan menyambut Keenan dan Ingga setibanya keduanya di negara Swiss. Awan cerah, udara bersih serta suara kicauan burung yang sesekali terdengar menjadi penambah keindahan bulan madu keduanya di negara yang terkenal karena coklat dan jam tangannya itu. “Kamu suka dengan pemandangannya?” tanya Keenan seraya memeluk tubuh mungil Ingga dari belakang. Ingga, yang sedang memperhatikan keindahan negara Swiss melalui kaca jendela kamar hotelnya, langsung mengangguk, “Suka sekali, Keenan .. Pemandangannya lebih bagus jika dibandingkan dengan yang selama ini aku lihat di foto.” Ingga lanjut bertanya, “Bagaimana kamu bisa tahu kalau ada hotel sebagus ini di Swiss?” “Rekomendasi dari Nicolás,” ucap Keenan seraya meletakkan dagu tiru

