Syok

1110 Kata

Dewi duduk di kursi ruang depan dengan ekspresi wajah tak karuan. Kedua tangannya gemetar hebat. Keringat dingin keluar tanpa henti dari telapak tangan dan kakinya. Kelopak matanya terpejam pasrah selama beberapa saat. Jari-jemari Violin menyentuh bibirnya yang sedikit membengkak. Ada kepedihan dan keputusasaan di dalam hati Dewi. Apa yang telah Kellan katakan sebelumnya adalah sebuah kebenaran. Dia masih memberikan Kellam sebuah ruang. Ruang yang melawan sosial dan moral. Benar-benar sebuah pukulan kuat bagi Dewi mendengar hal itu keluar langsung dari mulut Kellan. Sesuatu yang mau tak mau ia akui memang mengandung kebenaran. Sentuhan Kellan masih tetap sama seperti dulu. Mendominasi dan menggoda. Membuat Dewi kehilangan tempat berpijak dan terasa melayang. Seolah Kellan datang hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN