Waktu berjalan dengan lambat. Detik berlalu dengan sangat lama. Dewi merasa seolah-olah ia terjebak dalam kegelapan total yang tanpa batas. Kegelapan yang merenggut kesadarannya dengan tiba-tiba. Sehingga yang ia rasakan hanya kekosongan dan kehampaan. Seperti terjebak di sebuah tempat tanpa ruang. Satu-satunya yang ia rasakan adalah rasa kebas yang tak berujung. Perlahan, Dewi membuka matanya dan mendapati dia terbaring di sofa lembut milik salah satu tetangganya. Dewi mengerjap bingung, mencoba mengumpulkan kembali kejadian-kejadian yang sebelumnya terjadi. Semua itu tumpang tindih di otaknya seperti puzzle yang sedikit demi sedikit terpasang membentuk suatu kesatuan yang utuh. "Dewi … Dewi … kamu baik-baik saja?" suara Teh Rina membawa Dewi kembali ke alam nyata. Ada beberapa orang wa

