Kiare Cafe, Sore Hari. Kiare Cafe sedang berada di jam-jam sibuk. Pelanggan datang silih berganti, membuat lonceng pintu terus berbunyi. Kieran mengangkat nampan berisi dua gelas cappuccino dan sepotong cheesecake, lalu melangkah lincah menyusuri lorong antarmeja. Di belakangnya, Abella membawa dua piring pasta aglio olio untuk sepasang tamu yang duduk di dekat jendela. “Pesenan untuk meja enam,” gumam Kieran, meletakkan gelas dengan hati-hati. “Semoga sesuai harapan.” Pelanggan mengangguk senang. “Thank you, Mas!” Sementara itu, Abella tersenyum ramah ke pasangan muda di dekat jendela. “Selamat menikmati, ya! Jangan lupa kalau mau tambah minuman, tinggal panggil saja.” Suasana kafe tampak hidup, dipenuhi tawa, obrolan hangat, dan aroma kopi yang menguar ke seluruh sudut ruangan. Kafe

