Beberapa kali Harpa memekik di kamarnya. Dia ingin punya anak. Hanya saja memulai tak semudah saat bicara. Harpa sudah menonton drama Korea yang berlabel plus, tetap saja dia masih bingung. "Ternyata ada juga pelajaran yang lebih rumit daripada matematika," keluhnya. Harpa memeluk bantal dan memutar kursi duduknya. Bahkan seharian dia melakukan pencarian bagaimana mengawali pernikahan dan tidak menyinggung ke masalah anak. Begitu mencari dengan kata yang spesifik, langsung diberi peringatan konten. Rasanya Harpa sudah menyerah. Dia juga tak mungkin pura-pura lupa terus di depan Adras. Mereka sudah beberapa hari pulang dari bulan madu dan belum juga melaksanakan rencana. Hari itu, Harpa tak pergi kerja. Adras tentu saja ditemani penjaga. Takutnya Gera masih berpikir macam-macam. Berlian

