"Harpa, kamu masih mau kayak gitu?" tanya Adras ketika mereka sampai di rumah. Harpa tidak menjawab pertanyaan suaminya. Wanita itu terus berjalan ke kamar dengan wajah kesal dan langkah dihentakkan ke lantai. Adras menarik napas. Dia tutup pintu apartemen. Perlahan Adras susul Harpa ke kamar. Dia lihat istrinya duduk di sisi tempat tidur dengan wajah manyun. "Aku minta maaf. Aku tidak akan bilang begitu lagi. Tapi jangan marah, ya?" pinta Adras. Harpa tadi bertemu dengan Nyonya Sulivan. Dia mendengar tentang kematian Tuan Perdana yang ternyata direncanakan istri mudanya. "Adras, apa orang kaya tidak bisa punya cinta sejati?" tanya Harpa. Adras mendekati istrinya. "Ini di luar pertengkaran kita?" tanya Adras. Harpa menceritakan apa saja yang dia dengar. "Kamu masih cantik dan seksi. Jan

