"Akhirnya kita bisa nginep bareng lagi setelah Harpa nikah," ucap Narvi yang membawa segala bekalnya ke rumah Harpa. Isla mengikuti dari belakang. Harpa tutup pintu apartemen. Lampu ruangan itu menyala sendiri ketika dibuka. Sofa-sofa minimalis menunggu ketiganya untuk rebahan di sana. Sebelum tiba, mereka baru dari kantor. Kemudian ke rumah Isla dan Narvi. Baru mereka berkendara ke sini dan Pak Jaja yang menyetir. "Kalau rumah ada Adrasnya memang rapi, ya?" puji Narvi. Harpa terkekeh-kekeh. "Kamu mau bilang kalau aku saja yang ada di sini pasti berantakan?" telurnya. "Kita dan pasangan memang harus saling melengkapi. Kayak kamu yang ceroboh dengan Adras yang perhitungan. Isla yang kaku dengan Dios yang hangat. Jadi hidup ada warnanya," jelas Isla. "Termasuk kayak Nolan yang tukang se

