103. Salto Perut

1520 Kata

Isla bangun dengan tubuh terasa segar. Dia buka tenda dan melihat kabut yang cukup tipis di atas balkon. Perlahan Isla beringsut maju dan bangun. Di dalam tenda hanya tinggal Narvi yang masih tertidur. "Tumben Harpa bangun pagi," pikirnya. Dia memandang luas ke luar balkon. Pemandangan yang indah, Bandung tertutup kabut seperti memperlihatkan danau Bandung purba dulu. Setelah melakukan peregangan, Isla lekas pergi ke kamar mandi di kamar tamu. Mandi pagi dengan air hangat karena ternyata di apartemen ini sangat dingin. Barulah wanita itu pergi ke dapur untuk memasak sarapan. Isla terkejut karena menemukan Harpa sudah tertidur di lantai dengan kaleng makanan di sisinya. "Ya Tuhan, Harpa kamu ngapain?" tanya Isla. Dibangunkan wanita itu. Syukur Harpa bangun sambil mengucek matanya. Isla pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN