74. inginnya

1526 Kata

Pagi menjelang dan Harpa membuka matanya. Tak ada Adras di atas tempat tidur. Gadis itu turun menyusuri setiap ruangan di kamar hotel. Tak terlihat batang hidung sekretaris merangkap suami palsu itu. "Bahaya, kalau Adras beneran hamilin anak orang, aku gak mau ikut tanggung jawab," keluh Harpa. Sambil mengucek mata, Harpa pergi ke kamar mandi. Dia membersihkan tubuh dan mengganti pakaian. Kemudian melakukan perawatan tubuh serta wajah. Kini Harpa sudah kembali segar. Dia keluar dari kamar dengan maksud mencari sarapan. Namun, begitu membuka pintu, di balik itu Adras mendorong daun pintu dari luar hendak masuk. Hampir saja Harpa terpentok karena Adras terlalu kuat. "Kamu hati-hati kenapa?" omel Harpa. Ditarik lebar daun pintu itu. Adras tak bicara apa pun. Dia melangkah masuk begitu saja.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN