"Dios, bangun, ya? Aku gak tahu harus gimana. Tapi kalau kamu bangun, aku janji akan nikah sama kamu. Tapi kalau enggak ya sudah, aku mau nyari lagi orang lain. Walau aku takut dapat lelaki kayak Levin lagi. Aku mau pulang dulu. Sampai jumpa," ucap Isla. Dia masih berusaha menyembunyikan tangisan. Isla keluar dari ruangan setelah memberitahu suster yang berjaga. Dia bertemu dengan Harpa di ruang tunggu dan kembali meneteskan air mata. Harpa hanya bisa mengusap punggungnya. "Semua akan baik-baik saja, ya? Kamu gak perlu khawatir," nasihat Harpa. Isla hanya mengangguk pasrah. Karena petinggi lain akan datang untuk menjenguk, Harpa dan lainnya memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit. Meski Isla sangat berat, hanya dia tahu keberadaannya tidak boleh diketahui publik. "Aku nginap di rumah

