89. Ide sang Mantan

1273 Kata

Harpa sudah siap dengan apa yang akan dia hadapi di depan sana. Wanita itu berjalan dengan anggun, mengenakan dress dengan motif kotak dan sepatu flat. Pakaian casual, tapi tetap terlihat elegan. Harpa menyibak rambutnya ke belakang bahu. Akhirnya dia masuk ke dalam restoran dan tinggal menemukan alumni satu kelasnya dulu di kampus. "Itu Harpa," sikut Selly. Dia menunjuk dengan dagu ke arah wanita yang paling mereka tunggu. Okna mengalihkan pandangan ke tempat yang Selly maksud. Mereka sudah siap membuat Harpa kapok. Tanpa mereka tahu kalau Harpa juga sudah siap untuk melawan sifat arogan mereka. "Hai, apa kabar. Maaf aku terlambat. Pasti kalian menungguku, kan?" sapa Harpa sambil duduk di kursi yang masih kosong. Tak satu pun menjawab, mereka hanya tersenyum kecil ke arah Harpa. "Jadi b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN