"Dras, menurut kamu apa kita akan terus bohong sama keluarga kamu? Lagipula, sekarang ayah kamu sudah restui hubungan kita dan Gera juga mulai tumbang perlahan," tanya Harpa sambil menyandarkan kepala di bahu suaminya setelah mereka tiba di rumah Thyon. Adras menatap lurus ke depan. "Aku takut mereka marah. Lebih parah kalau sampai minta kita berpisah," jawab Adras. Harpa menggeleng. "Aku gak mau pisah sama kamu. Tapi aku belum hamil juga. Gimana, dong?" Harpa dengan lemas beralih menatap Adras dan memeluk pinggang suaminya. "Kita pasti bisa lalui ini, kok. Aku yakin kamu pasti hamil sebentar lagi," yakin Adras. Dikecup kening Harpa. Keduanya semakin erat saling berpelukan. Terdengar suara ketukan di pintu. "Adras! Makan dulu. Harpa ajak sekalian," panggil Berlian. "Baik, Ma. Kami man

